Kemudahan Belanja Herbal Sehat Ada Disini - FKC Pasti

Kesehatan Itu Mahal

Wednesday, September 13th 2017.

Mahalnya Kesehatan dan Berharganya Hidup

Saat menulis ini untuk dipublish di Rumah Sehat Kompasiana (RSK) saya lagi berada di Rumah Sakit Permata Bunda (RSPB). Menjagai dan menunggui ponakan kecil saya. Ponakan yang masih lucu-lucunya dan baru berusia 3 tahun itu tengah terbaring tanpa daya di antara selang-selang infus. Makan tak mau, minum pun tak kuat. Selama 3 hari di RS ini, banyak saya saksikan pasien berbagai jenis penyakit.

Di kamar sebelah seorang bapak akan menjalani operasi usus buntu. Kamar depan ada yang tulang kakinya patah. Kemudian ada juga yang gegar otak, ada yang terkena sakit Demam Berdarah, dan masih banyak lainnya. Bersinggungan dengan berbagai penderita macam-macam penyakit itu membuat saya berpikir bahwa betapa mahalnya harga sebuah ketekunan. Ya, ketekunan kita menjaga tubuh lemah ini.

Dan harga kesehatan itu sendiri tak bisa dinilai dengan uang. Apalagi nilai suatu kehidupan. Ia teramat mahal dan pantang disia-siakan. Apa gunanya kita memiliki harta melimpah apabila tubuh ini sudah terbaring tak berdaya, atau bahkan ketika sudah terbujur kaku?

Berbincang-bincang dengan seseorang yang merawat ayahnya yang menderita gegar otak parah akibat kecelakaan membuat saya bergidik. Ayahnya sudah tidak bisa berpikir secara normal lagi. Otak kita ini sangatlah sensitif. Ada satu syaraf saja yang putus, akibatnya bisa sangat fatal. Ada yang mengatakan dari semua organ tubuh manusia, otaklah yang paling mahal. Nah, apa gunanya barang mahal bernama otak itu jikalau ia sudah rusak parah?

Sebuah uraian singkat dalam National Geographic ditulis dengan judul yang membuat orang bertanya-tanya. Judulnya tertulis seperti ini: Benda apakah yang paling kompleks di jagad raya? Mungkin ada yang bilang roket, atau pesawat tempur? Ada yang mungkin menjawabnya komputer? Ternyata tidak! Jawabannya ada dalam kutipan dari National Geographic pada kolom Geofacts:

“Dengan selnya yang jumlahnya miliaran, otak manusia merupakan benda paling kompleks di jagat raya. Jelas lebih rumit dari mesin apapun yang pernah dibuat. Neuron komunikator yang jumlahnya mencapai sekitar 100 milyar mengirim dan menerima sinyal elektrobiokimia dalam waktu hanya sepersekian ribu detik pada titik-titik sambung yang disebut synapse.”

Otak bahkan dikatakan sebagai benda yang paling rumit dan sulit dimengerti manusia. Dengan otak manusia menciptakan pesawat, mobil, kapal selam, membangun gedung bertingkat, merancang strategi dahkan menciptakan komputer dan berbagai software. Dengan otak manusia berbuat dan merancang hal yang baik, tapi sebaliknya dengan otak pula manusia merancang niat buruk, peperangan, pembunuhan dan hal-hal negatif lainnya.

Kita harus mengakui bahwa betapa berharganya kesehatan kita, tapi memang sebelum sakit penyakit menghampiri kita atau ajal menjemput kita karena kerakusan dan ketidaktekunan kita menjaga kesehatan, banyak yang mungkin masa bodoh dan tak menaruh perhatian serius. Menganggap bahwa menjaga kesehatan itu tidaklah penting. Padahal, betapa benarnya pernyataan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.

Saya menyadari betul bahwa sakit itu menderita. Ponakan kecil saya sampai meraung-raung tak karuan. Saya betul-betul sedih anak sekecil itu harus dipasangi selang infus dan direcoki lebih dari 6 macam obat-obatan. Pernah suatu ketika panasnya naik tinggi hampir 40 derajat. Ia mulai berkata-kata tak jelas, matanya berputar-putar walau sedang tertutup rapat. Bahkan ada kata-kata yang membuat ibunya kaget. Anak kecil itu lalu berucap lirih, dengan lafal kekanak-kanakannya dan suara memelas khas anak kecil, “…Aku capek, kakiku lelah….tapi aku belum mau pergi sama Tuhan…ma…” Mamanya (adik saya) menangis mendengar kata-kata anak kecil itu.

Ada sebuah cerita tentang  seorang anak gadis malang bernama Elena Desserich, usianya baru enam tahun. Ia oleh pihak rumah sakit didiagnosis menderita kanker otak. Sejak saat itu, ia mulai menyembunyikan ratusan surat cinta di sekitar rumahnya untuk orang tuanya, dengan harapan bahwa suratnya akan ditemukan setelah ia meninggal dunia. Ia hanya mampu bertahan hidup 255 hari. Setelah Elena meninggal orang tuanya menemukan ratusan surat yang telah ditulisnya. Kedua orang tuanya kemudian menerbitkan surat-surat tersebut dalam sebuah buku berjudul Notes Left Behind. Hasil penjualan buku tersebut  mereka gunakan untuk menandai sebuah organisasi non-profit, Cure Starts Now, yang didedikasikan untuk melawan kanker otak anak-anak. Dan untuk menjaga benda paling mahal dan paling kompleks itu tetap sehat. Surat-surat Elena itu juga mengingatkan betapa pentingnya arti sehat dan arti hidup sehat itu.

Kisah lainnya adalah tentang seorang anak laki-laki bernama Brenden Foster yang tinggal di Washington Amerika. Anak ini oleh pemeriksaan intensif para dokter didiagnosis mengidap penyakit leukimia lymphoblastic akut. Sesaat sebelum kematiannya, Brenden menyatakan, ia memiliki sebuah keinginan besar. Keinginan tersebut adalah memberi makan para tunawisma. Rupa-rupanya keinginan terakhir yang mulia anak itu terdengar oleh sebuah stasiun radio lokal yang kemudian menyiarkannya. Keinginan terakhir anak itu juga akhirnya menarik perhatian media nasional Amerika bahkan international. Stasiun penyiaran itu juga membuat Brenden Foster Food Drive yang gemanya bahkan sampai ke tempat saya di New Jersey. Di seattle, relawan dari Emerald City Lights Bike Ride juga menyiapkan lebih dari 200 sandwich untuk para tunawisma. Di Los Angeles, Misi Union Rescue menyajikan lebih dari 2.500 makanan dengan nama Brenden’s. Kalau mungkin hidup Brenden lebih panjang lagi, akan banyak perbuatan mulia lainnya, tapi sayangnya ia harus pergi dalam usia yang masih sangat muda. Kesehatan dan kehidupan memang tidak bisa dinilai dengan uang dan materi.

Maka bersyukurlah apabila Tuhan masih memberikannya bagi setiap kita. Pada tahun 2009, Bethany Fenton yang masih berusia lima tahun, didiagnosis mengidap tumor otak. Ia sebelumnya berkeinginan sangat besar untuk dapat menyanyi di hadapan Simon Cowell, si penggagas American Idol. Mimpi anak kecil tersebut akhirnya menjadi kenyataan di Britain’s Got Talent studio di London. Saat itu, Bethany menyanyikan lagu Twinkle-twinkle Little Star. Ia meninggal di sebuah rumah sakit tiga hari kemudian. Simon sangat tersentuh saat Bethany bernyanyi untuknya di studio itu. Terlebih saat mendengar kabar kematian Bethany, Simon benar-benar merasa sedih. Penyakit tumor otak yang ganas telah merusak organ paling mahal milik si kecil Bethany, dan merenggut nyawanya.

Hidup dan mati memang ada di tangan Tuhan. Tapi ketika IA mempercayakan tubuh ini kepada kita hendaklah kita jaga sebaik mungkin. Kalau toh, setelah kita menjaganya kenyataan berbicara lain, itu di luar kuasa kita. Berarti IA sudah menjadikan segala sesuatu itu indah pada waktunya dan sesuai waktuNYA.

Hidup sehat itu sebenarnya mudah asal ada kemauan kita menjalaninya. Misalnya apa? Pantangilah apa yang memang tidak boleh. Yang darah tinggi contohnya, jangan makan banyak garam, daging, dan lainnya. Yang asam urat, kurangilah makanan berserat, kacang-kacangan dan sebagainya. Yang sakit gula, hindarilah yang manis-manis dan mengandung kadar gula tinggi. hidup sehat memang mudah dan murah. Tapi kalau sudah sakit, sangat terasa bahwa untuk sehat itu mahal. Kamar di tiap rumah sakit beda-beda harganya mulai dari yang 300 ribu sehari sampai yang jutaan. Biaya obat-obatan bahkan ada yang sampai puluhan juta. Biaya operasi? Ada yang sampai ratusan juta. Mahal bukan? Apalagi kalau sampai hanya karena kerakusan kita yang makan membabi-buta, lalu mengantar kita pada kematian. Wah…wah…wah…..harga yang harus dibayar tak ternilai. Sebuah film imaginasi¬† mengistilahkannya dengan kerakusan menuai malapetaka. Istilah kasarnya “mati kenyang“. Ternyata banyak yang mati lapar, tapi tak sedikit yang mati kenyang! Akhirnya, dari kamar yang tak sebegitu besar ini, mengakhiri tulisan ini saya hanya bisa bergumam pelan…..Ajarkan kami untuk berprilaku sehat dalam hidup dan berkehidupan yang sehat sepanjang kami hidup.

Michael Sendow

Produk terbaru

Rp 685.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081245118006
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2005
Nama BarangWonder Meal
HargaRp 685.000
Lihat Detail
Limited
Rp 740.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081245118006
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2001A
Nama BarangTridans
HargaRp 740.000
Lihat Detail
Rp 490.000 560.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081245118006
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode4002
Nama BarangMorning Power
HargaRp 490.000 560.000
Anda HematRp 70.000 (12.50%)
Lihat Detail
Rp 490.000 560.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081245118006
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2002A
Nama BarangLiveright
HargaRp 490.000 560.000
Anda HematRp 70.000 (12.50%)
Lihat Detail
Rp 640.000 740.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081245118006
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2006
Nama BarangKids Vitamin
HargaRp 640.000 740.000
Anda HematRp 100.000 (13.51%)
Lihat Detail
Rp 525.000 600.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 081245118006
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2003A
Nama BarangJoint Again
HargaRp 525.000 600.000
Anda HematRp 75.000 (12.50%)
Lihat Detail